Bursa saham Amerika Serikat menutup perdagangan hari Rabu (2/7/2026) dengan pelemahan tipis. Indeks S&P 500 mencatatkan penurunan sebesar 0,19 persen menjadi 7.485,02, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,65 persen ke level 26.044,16. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average menunjukkan pergerakan stagnan dengan pelemahan minimal 0,01 persen ke posisi 52.315,58.
Sentimen pasar dipengaruhi oleh pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menegaskan komitmen bank sentral untuk mempertahankan target inflasi di angka 2 persen. Meski terdapat tekanan politik dari Presiden Donald Trump untuk melonggarkan kebijakan moneter dan menurunkan suku bunga, Warsh memilih untuk tetap bersikap independen. Pernyataan ini meredam ekspektasi investor, meskipun data LSEG menunjukkan pasar masih memproyeksikan potensi kenaikan suku bunga setidaknya sekali lagi di sepanjang tahun ini.
Di tengah tekanan pada sektor teknologi, saham Meta Platforms (META) justru mencatatkan penguatan setelah mencuat kabar rencana perusahaan untuk merambah bisnis layanan komputasi awan berbasis kecerdasan buatan. Analis dari Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, menilai langkah ini sebagai katalis positif bagi Meta yang kinerjanya selama ini dianggap tertinggal dibandingkan perusahaan teknologi raksasa lainnya dalam kelompok 'Magnificent Seven'.
Selain faktor kebijakan moneter dan kinerja emiten, pelaku pasar global juga tengah memantau perkembangan situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini memicu sikap kehati-hatian investor, terutama mengingat adanya libur panjang akhir pekan di Amerika Serikat yang membuat volume transaksi cenderung menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang volatil.