Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencatatkan peningkatan beban klaim yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, total pengeluaran untuk layanan kesehatan mencapai Rp191,33 triliun, angka ini melonjak sekitar Rp15,22 triliun dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2024 yang berada di angka Rp176,11 triliun.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa kenaikan biaya ini linear dengan semakin meluasnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Menurutnya, program JKN kini telah menumbuhkan kepercayaan publik sehingga masyarakat tidak lagi ragu untuk segera memeriksakan kesehatan mereka saat merasakan keluhan.

Namun, tren ini diiringi dengan besarnya penyerapan biaya untuk penyakit katastropik yang mencapai Rp50,3 triliun atau sekitar 26,28 persen dari total biaya manfaat. Penyakit jantung menempati urutan pertama dengan total beban klaim mencapai Rp17,3 triliun dari 29,7 juta kasus yang tertangani sepanjang tahun 2025.

Selain penyakit jantung, daftar penyakit katastropik dengan beban biaya tinggi lainnya meliputi gagal ginjal dengan total Rp13,3 triliun (12,6 juta kasus), kanker sebesar Rp10,3 triliun (7,1 juta kasus), serta stroke yang mencapai Rp7,2 triliun (9,5 juta kasus). Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 50 juta kasus penyakit katastropik yang memanfaatkan layanan JKN dalam setahun.

Prihati menekankan bahwa tingginya prevalensi penyakit tersebut menjadi pengingat keras akan pentingnya strategi promotif dan preventif. Meski biaya pelayanan terus meningkat, pihak BPJS Kesehatan memastikan bahwa alur pembayaran kepada fasilitas kesehatan tetap terjaga efisiensinya, dengan rata-rata durasi pembayaran yang melampaui ketentuan regulasi yang berlaku.

Dengan tingkat pemanfaatan layanan yang mencapai 725,3 juta kali sepanjang 2025, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan program. Sebanyak 38 persen dari pengguna manfaat tersebut berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang menegaskan betapa krusialnya peran JKN sebagai jaring pengaman kesehatan bagi masyarakat luas.