Pemerintah Kota Ambon kini tengah memacu akselerasi pengembangan konsep kota cerdas atau Smart City. Fokus utama pengembangan ini terletak pada penguatan sistem Satu Data Ambon, integrasi layanan digital lintas sektor, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien dan pengambilan kebijakan berbasis data yang presisi.

Langkah strategis ini diambil menyusul capaian positif Kota Ambon dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Dengan meraih skor 3,6, Ambon menempatkan diri di posisi kompetitif dibandingkan dengan kota besar lainnya, seperti Balikpapan dan Batam, berdasarkan penilaian enam dimensi utama meliputi tata kelola, ekonomi, gaya hidup, masyarakat, lingkungan, hingga branding kota.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan manifestasi dari kolaborasi antara perangkat daerah dan masyarakat. Sejumlah inovasi yang telah diimplementasikan, seperti Pusat Kendali Kota berbasis AI, layanan Call Center 112, serta kanal interaksi publik WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat), dinilai sukses meningkatkan transparansi serta kemudahan akses layanan bagi warga.

Meski telah mencatat kemajuan dalam berbagai indikator pembangunan—termasuk penurunan tingkat kemiskinan dan digitalisasi layanan kesehatan melalui e-Puskesmas—Pemkot Ambon berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan. Tantangan seperti pengelolaan sampah, efisiensi tata kelola keuangan, serta pengembangan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas dalam rencana induk Smart City tahun 2025–2029.

Sebagai tahap tindak lanjut, pemerintah akan memperluas cakupan teknologi AI ke berbagai sektor krusial, mulai dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata hingga sistem mitigasi bencana. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa transformasi digital yang dijalankan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi inklusivitas dan daya saing kota di kancah nasional maupun internasional.