Mataram, NTB – Dalam upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional, Kodim 1606/Mataram secara proaktif meningkatkan kompetensi teknis para Bintara Pembina Desa (Babinsa). Melalui bimbingan teknis yang digelar di Aula Kodim 1606/Mataram pada Selasa (30/6/2026), para prajurit garda terdepan ini dibekali dengan keterampilan mengoperasikan teknologi pertanian terapan yang inovatif.
Kegiatan yang dipimpin oleh tim dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) ini menekankan pentingnya peran Babinsa sebagai katalisator kemajuan di sektor pertanian desa. Dandim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, menegaskan bahwa kemampuan mengadopsi teknologi baru merupakan syarat mutlak bagi Babinsa agar mampu mendampingi masyarakat petani menghadapi tantangan iklim dan fluktuasi kebutuhan pangan yang kian kompleks.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah pengenalan Prototipe Mesin Pupuk Cair Bertenaga Surya (MPC-37). Teknologi ini dirancang khusus untuk memungkinkan petani memproduksi pupuk cair alternatif secara mandiri dan efisien. Dengan memanfaatkan energi terbarukan, diharapkan beban biaya operasional petani dapat ditekan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas hasil panen mereka.
Brigjen TNI Totok Sulistyono selaku ketua tim Pusterad menyatakan bahwa kolaborasi teknologi dan pendampingan lapangan merupakan langkah strategis TNI AD. Inovasi seperti MPC-37 diharapkan tidak sekadar menjadi wawasan teoretis, melainkan solusi nyata yang dapat diaplikasikan langsung di lahan-lahan pertanian warga binaan di seluruh wilayah Mataram.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi praktik lapangan dan diskusi interaktif, di mana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam membedah potensi implementasi teknologi tersebut. Kodim 1606/Mataram berkomitmen untuk terus mengawal penerapan teknologi ramah lingkungan ini sebagai bentuk pengabdian berkelanjutan bagi kesejahteraan petani dan kemandirian pangan nasional.