Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka dalam rangka memperingati 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) di Aula Barat, Kampus Ganesha, Jumat (3/7/2026). Momentum ini menjadi refleksi atas dedikasi institusi selama lebih dari satu abad dalam melahirkan inovasi serta sumber daya manusia yang krusial bagi kemajuan bangsa.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa sejarah panjang institusi harus menjadi pemantik bagi generasi saat ini untuk memberikan kontribusi nyata bagi masa depan. Ia menyoroti bahwa di era modern, keunggulan sebuah universitas tidak lagi diukur dari kemandiriannya, melainkan dari kemampuannya untuk berkolaborasi dan menjadi simpul penghubung berbagai kecerdasan demi kemaslahatan publik.
Puncak peringatan diisi dengan orasi ilmiah oleh pakar energi terbarukan, Tri Mumpuni, yang mengangkat isu krusial mengenai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, inovasi teknologi yang dikembangkan harus inklusif dan mampu memanfaatkan kekayaan hayati serta geografis Indonesia sebagai solusi atas tantangan global, seperti transisi energi dan ketahanan pangan.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, ITB menganugerahkan penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama kepada 11 tokoh serta Ganesa Wirya Jasa Adiutama kepada 9 tokoh lainnya. Penghargaan ini menjadi simbol keterikatan antara institusi dengan para pegiat yang terus mendukung kemajuan teknologi di Tanah Air.
Menutup rangkaian acara, Prof. Tatacipta menegaskan bahwa warisan sejati ITB bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan budaya berpikir terbuka dan kolaboratif. Dengan semangat tersebut, ITB berkomitmen untuk terus menjadi pelopor inovasi yang adaptif sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi dinamika tantangan zaman yang semakin kompleks.