Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa wabah Hantavirus strain Andes (ANDV) yang sempat menjangkiti penumpang kapal pesiar MV Hondius telah berhasil dikendalikan. Berdasarkan laporan terbaru per 2 Juli 2026, rantai penularan virus tersebut telah terputus sepenuhnya, dan tidak ada lagi risiko penularan yang mengancam kesehatan masyarakat global terkait klaster tersebut.

Sejak pertama kali dilaporkan pada 2 Mei 2026, wabah ini tercatat menginfeksi 13 orang, di mana 12 kasus di antaranya terkonfirmasi positif dan satu lainnya berstatus suspek. Tragisnya, tiga pasien meninggal dunia, sementara sisanya telah menjalani pemulihan intensif. Seluruh individu yang terlibat dalam kontak dekat telah menyelesaikan periode observasi medis selama 42 hari tanpa menunjukkan tanda-tanda infeksi sekunder.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan Vietnam menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus strain Andes di wilayah mereka. Meski demikian, pemerintah tetap mengambil langkah proaktif dengan menginstruksikan seluruh departemen pencegahan penyakit untuk memperkuat pengawasan di gerbang perbatasan serta meningkatkan standar deteksi dini di berbagai fasilitas kesehatan.

Otoritas kesehatan menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit zoonosis. Langkah preventif yang disarankan meliputi sanitasi lingkungan yang ketat, pengendalian populasi tikus dan hewan pengerat, serta menghindari kontak langsung dengan area yang berisiko terkontaminasi kotoran hewan tersebut.

Masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas medis jika mengalami gejala klinis seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, atau gangguan pernapasan setelah terpapar lingkungan berisiko. Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi secara intensif dengan WHO untuk memantau dinamika penyebaran virus di dunia dan memastikan proteksi kesehatan masyarakat tetap terjaga melalui pembaruan data ilmiah secara berkala.