Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan optimisme terkait progres perundingan diplomatik dengan Iran. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama CNBC pada Kamis (2/7/2026), Trump mengeklaim bahwa Teheran telah bersedia menyetujui hampir seluruh tuntutan utama yang diajukan oleh Washington.

Kendati demikian, pihak otoritas Iran hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Negosiasi yang melibatkan mediator dari Pakistan dan Qatar ini bertujuan untuk menghentikan ketegangan berkepanjangan dan menciptakan stabilitas permanen di kawasan Timur Tengah.

Terkait agenda strategis AS, Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya bukanlah melakukan pergantian rezim di Iran, melainkan memastikan Teheran tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir. Ia menekankan bahwa tujuan tersebut sangat mendasar dalam kebijakan luar negerinya terhadap Iran.

Di sisi lain, Trump juga menyinggung dinamika militer yang terjadi baru-baru ini. Ia mengeklaim bahwa posisi militer Iran telah melemah secara drastis setelah serangkaian tindakan tegas yang diambil oleh AS, termasuk serangan balasan atas insiden drone yang menargetkan kapal milik Amerika.

Saat ini, proses diplomasi sedang dijeda sementara untuk menghormati masa berkabung nasional Iran. Mediator dari Qatar dan Pakistan dijadwalkan akan melanjutkan putaran perundingan berikutnya setelah seremoni pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei selesai dilaksanakan pada 9 Juli mendatang.