Pemerintah terus memantapkan peta jalan penggunaan bensin ramah lingkungan dengan mendorong partisipasi lebih luas dari sektor bisnis. Dr. Dang Tat Thanh, perwakilan dari Departemen Inovasi dan Transformasi Hijau Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, mengungkapkan bahwa kapasitas produksi etanol domestik akan terus diperkuat seiring beroperasinya dua pabrik baru pada periode Juli hingga Agustus mendatang.

Hingga saat ini, stabilitas rantai pasok bahan bakar nabati dinilai cukup baik. Merujuk pada Keputusan Pemerintah Nomor 29/2026, sebanyak enam pedagang besar dijadwalkan mulai bergabung dalam proses pencampuran dan distribusi bensin E10 pada Juli ini. Penambahan tersebut akan menggenapi jumlah distributor utama menjadi 14 perusahaan, yang secara langsung meningkatkan kapasitas pasokan biofuel di seluruh wilayah.

Data per 28 Juni 2026 menunjukkan keberhasilan transisi bahan bakar di tingkat konsumen. Total konsumsi bioetanol nasional tercatat mencapai 980 juta liter, dengan bensin E10 mendominasi sebesar 96 persen atau sekitar 924 juta liter. Angka ini mencerminkan penerimaan masyarakat yang tinggi terhadap bensin E10 sebagai bahan bakar pilihan utama untuk aktivitas sehari-hari.

Guna memberikan kemudahan bagi pengguna yang masih memerlukan bensin E5, Kementerian tengah mengembangkan aplikasi digital bernama "Around Me". Aplikasi ini dirancang untuk membantu konsumen melacak lokasi dari 1.500 gerai yang masih menyediakan bensin E5. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun transisi ke E10 berjalan masif, kebutuhan spesifik masyarakat tetap dapat terakomodasi dengan baik.

Secara keseluruhan, otoritas terkait menyatakan bahwa implementasi program bensin E10 selama satu bulan terakhir telah berjalan lancar tanpa hambatan distribusi. Stabilitas pasar yang terjaga ini menjadi indikator positif bagi komitmen jangka panjang negara dalam mengadopsi energi yang lebih berkelanjutan.