Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara tegas menyatakan bahwa saatnya dunia olahraga nasional bertransformasi. Ia menekankan bahwa olahraga tidak lagi bisa dianggap sekadar sebagai beban anggaran negara, melainkan harus dipandang sebagai peluang besar untuk mendulang pendapatan sekaligus mengangkat martabat bangsa di kancah internasional.
Dalam Konferensi Pers Pemerintah yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/7), Erick memaparkan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Kebijakan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen, di mana sektor wisata berbasis olahraga atau sport tourism diproyeksikan sebagai kontributor potensial yang belum tergarap optimal.
Data global menunjukkan bahwa sektor sport tourism mampu menyumbang pendapatan hingga USD625 miliar, dengan tingkat pertumbuhan mencapai delapan persen per tahun. Di Indonesia, potensi ini mulai terlihat nyata melalui fenomena ajang lari maraton yang menjamur di berbagai daerah. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat luas, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga menggeliatnya usaha kuliner lokal di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, hingga Medan.
Menpora mencontohkan keberhasilan ajang balap MotoGP di Mandalika yang telah memberikan kontribusi ekonomi mencapai Rp4,9 triliun. Kehadiran perhelatan internasional tersebut tidak hanya menyerap banyak investasi, tetapi juga memicu pertumbuhan bisnis pendukung seperti perhotelan dan jasa wisata di sekitarnya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa keterkaitan antara olahraga dan pariwisata mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Lebih lanjut, Erick berharap Indonesia dapat mencontoh keberhasilan liga olahraga profesional di Amerika Serikat untuk meningkatkan perputaran uang di sektor kompetisi domestik. Saat ini, liga sepak bola dan bola basket nasional telah mencatatkan nilai ekonomi yang menjanjikan, dan pemerintah optimis angka tersebut akan terus melonjak seiring dengan kemandirian tiap cabang olahraga.
Sebagai penutup, Menpora menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan program pembinaan prestasi atlet, penyederhanaan regulasi, hingga perlindungan masa depan atlet melalui dana pensiun. Baginya, kemajuan di bidang olahraga adalah cerminan dari keberhasilan sebuah negara dalam membangun peradabannya.