Penyanyi Pinkan Mambo kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk mengaktifkan kembali bisnis kursus menyanyinya. Langkah ini memicu perdebatan di media sosial, terutama terkait struktur biaya dan durasi pertemuan yang dianggap terlalu singkat oleh sebagian pihak.
Menanggapi kritik tersebut, Pinkan menegaskan bahwa durasi 30 menit per pertemuan sudah sangat efektif untuk mentransfer ilmu vokal secara intensif. Menurutnya, metode yang ia terapkan berfokus pada efisiensi teknis sehingga waktu yang terbatas bukan menjadi kendala dalam proses belajar-mengajar.
Ia juga menjelaskan bahwa usaha ini bukanlah bisnis baru. Sebelumnya, ia telah menjalankan layanan kursus serupa secara daring bagi siswa di mancanegara, seperti Australia dan Amerika Serikat. Pinkan mengaku sempat menghentikan kegiatan tersebut beberapa tahun lalu karena merasa sektor penjualan barang preloved memberikan keuntungan finansial yang jauh lebih besar.
Terkait penetapan harga, Pinkan membagi layanan kursusnya ke dalam tiga kategori. Kelas sharing dibanderol Rp500 ribu per bulan, kelas private sebesar Rp1 juta per bulan, dan kelas intensif mencapai Rp2 juta per bulan. Seluruh kegiatan belajar luring dipusatkan di wilayah BSD, Tangerang.
Meski sempat ramai diperbincangkan, Pinkan mengklaim bahwa peminat jasa kursusnya masih ada. Ia optimis dapat mengembangkan kembali bisnis pendidikan musik ini, meskipun saat ini jumlah siswa baru yang terdaftar masih jauh lebih sedikit dibandingkan masa kejayaan kursusnya beberapa tahun lalu.