PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengambil langkah strategis untuk mengefisiensikan struktur organisasinya. Perseroan secara resmi telah melepas kepemilikan di dua anak usaha sektor kesehatan dan menutup enam entitas bisnis lainnya yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kompetensi inti perusahaan.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa langkah perampingan ini merupakan mandat dari Danantara Indonesia. Tujuan utamanya adalah menyederhanakan portofolio bisnis yang selama ini tumpang tindih dengan target menekan jumlah anak usaha dari 67 entitas menjadi kurang dari 20 entitas.

Dua entitas di sektor kesehatan, yaitu AdMedika dan Telkomedika, telah resmi didivestasikan kepada perusahaan asal Singapura, Fullerton Health, per Juni 2026. Selain itu, perseroan melikuidasi enam perusahaan lainnya, yakni PT Citra Sari Makmur, PT Media Nusantara Data Global, PT Omni Inovasi Indonesia, Sigma AIT Bhd, PT Alam Pesona Wisata, serta PT Pojok Celebes Mandiri.

Keputusan likuidasi tersebut diambil setelah evaluasi mendalam menunjukkan bahwa keenam entitas tersebut tidak memberikan nilai tambah signifikan bagi kinerja grup. Sebagai contoh, operasional PT Citra Sari Makmur yang bergerak di bidang VSAT kini dialihkan ke Telkomsat, sementara layanan pusat data dari PT Media Nusantara Data Global diintegrasikan ke dalam ekosistem Telkom Data Ekosistem.

Langkah serupa juga diterapkan pada lini usaha lainnya. Misalnya, operasional PT Omni Inovasi Indonesia di bidang distribusi perangkat telekomunikasi kini diserahkan sepenuhnya kepada produsen melalui pusat layanan resmi, dan platform perjalanan Pointer milik PT Pojok Celebes Mandiri telah menghentikan layanannya secara bertahap guna menyelesaikan kewajiban kepada mitra bisnis.