Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Krisis Kesehatan mengambil langkah tanggap darurat guna memitigasi dampak kesehatan akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Upaya ini dilakukan untuk menjamin akses layanan medis bagi warga yang terpapar asap pekat di sekitar lokasi bencana.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyatakan bahwa distribusi logistik medis menjadi prioritas utama guna memastikan fasilitas kesehatan setempat tetap mampu melayani lonjakan pasien. Bantuan yang disalurkan meliputi peralatan pendukung pernapasan seperti 15 unit oksigen konsentrator dan 3 unit pemurni udara (air purifier), serta ribuan masker medis untuk melindungi saluran pernapasan warga.
Selain dukungan logistik, Kemenkes juga mengoperasikan tenda rumah sakit lapangan untuk memperluas jangkauan layanan. Satu tenda telah didirikan langsung di titik terdampak, sementara satu unit lainnya disiagakan di Puskesmas Rajeg sebagai langkah antisipasi jika dibutuhkan mobilisasi cepat ke area baru yang terdampak.
Keputusan tersebut diambil setelah meninjau kondisi lapangan yang menunjukkan masih tebalnya asap serta letak lokasi kejadian yang cukup jauh dari pusat pelayanan kesehatan permanen. Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan puskesmas setempat, Kemenkes kini telah mengaktifkan pos kesehatan 24 jam untuk memantau kondisi masyarakat terdampak secara intensif.
Pihak kementerian menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan otoritas daerah guna memastikan penanganan kesehatan selama masa tanggap darurat berlangsung optimal. Warga yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan kesehatan dapat menghubungi hotline Halo Kemenkes di nomor 1500-567.