Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memperkuat strategi promotif dan preventif guna menjaga kesehatan lebih dari 285 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di seluruh Indonesia. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah menggelar kegiatan Health Fun Run di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026, yang diikuti oleh berbagai komunitas lari dari beragam kalangan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa program JKN tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan kuratif saat masyarakat sakit, melainkan juga pada penguatan upaya pencegahan penyakit. Ia menyatakan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi utama yang menopang keberlangsungan program ini.
"Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Kami tidak hanya berupaya memberikan perlindungan kesehatan saat masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga terus memperkuat berbagai upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif," tegas Pujo.
Saat ini, infrastruktur pelayanan kesehatan JKN telah tersebar luas dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang aktif beroperasi. Di tingkat rujukan, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 3.221 rumah sakit dan klinik utama di berbagai pelosok tanah air untuk memastikan akses layanan medis yang memadai bagi seluruh peserta.
Data skrining kesehatan yang dilakukan sepanjang 2025 mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait tingginya prevalensi penyakit tidak menular di kalangan usia produktif. Dari lebih dari 79 juta peserta JKN yang menjalani Skrining Riwayat Kesehatan, sekitar 23 juta orang teridentifikasi berisiko hipertensi dan 17 juta lainnya berisiko mengidap diabetes melitus.
Lebih mengejutkan lagi, data internal menunjukkan bahwa ratusan ribu peserta berusia di bawah 45 tahun telah terdiagnosis menderita diabetes melitus, sementara lebih dari satu juta penduduk usia produktif terdeteksi mengidap hipertensi. Temuan ini menjadi alarm serius yang mendorong BPJS Kesehatan mengintensifkan program deteksi dini dan edukasi kesehatan.
Pujo menyebutkan bahwa berbagai program pencegahan terus digulirkan, termasuk Prolanis Muda yang menyasar kelompok usia muda berisiko penyakit kronis, skrining kesehatan berkala, serta edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
"Kegiatan Health Fun Run hari ini menjadi salah satu sarana untuk mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dilakukan secara berkelanjutan," imbuh Pujo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mendukung program jaminan sosial melalui semangat kebersamaan. Raffi secara khusus menyoroti pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia muda.
"Gotong royong merupakan nilai yang harus terus dijaga. Untuk generasi muda, jangan menunda memulai kebiasaan hidup sehat karena menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat," kata Raffi.
Raffi juga menekankan bahwa niat menjaga kesehatan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Menurutnya, langkah-langkah sederhana seperti berolahraga secara rutin mampu memberikan dampak signifikan terhadap kebugaran fisik dalam jangka panjang. "Sehat itu mahal, jadi kita harus jaga kesehatan sejak dini," pungkasnya.