Kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Banyak individu cenderung menunda skrining hingga gejala penyakit muncul, padahal deteksi dini melalui prosedur medis yang tepat dapat menjadi langkah krusial dalam mengenali kondisi tubuh dan menentukan langkah preventif yang lebih efektif.

Dalam talkshow bertajuk “She Thrives: A Road to Better Health” yang berlangsung di Quest Hotel Denpasar pada 4 Juli 2026, para ahli kesehatan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi laboratorium berbasis molekuler. Metode modern ini mampu menganalisis materi genetik DNA untuk mendeteksi virus, infeksi, serta risiko kesehatan lainnya pada tingkat biologis yang sangat awal dengan akurasi tinggi.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Stella Kawilarang, SpOG, menyoroti risiko infeksi menular seksual (STI) dan HPV yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Ia menekankan bahwa melalui skrining rutin dan vaksinasi, risiko komplikasi serius seperti kanker serviks dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, menjaga keseimbangan nutrisi dan sistem imun menjadi fondasi penting bagi kesehatan reproduksi perempuan.

Di sisi lain, Prodia terus berinovasi untuk mempermudah akses layanan kesehatan. Nur Ainsyah Oktavia dari Prodia memaparkan bahwa pihaknya kini menyediakan tes HPV DNA yang dapat dilakukan secara mandiri dari rumah. Inovasi ini dirancang agar perempuan Indonesia lebih leluasa memantau kondisi kesehatan tanpa terkendala oleh batasan akses atau kenyamanan privasi.

Kegiatan di Denpasar ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow nasional yang diinisiasi oleh Prodia sejak Jakarta Utara. Hingga September 2026, program edukasi ini akan menyambangi berbagai kota besar di Indonesia dengan harapan dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk nyata dari investasi masa depan dan perwujudan kepedulian terhadap diri sendiri (self-love).