Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Dumai dan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) melakukan langkah strategis untuk memperkuat sinergi bisnis petrokimia nasional. Kunjungan kerja Direktur Utama Pertachem ke Kilang Dumai pada Rabu (1/7) menjadi momentum penting untuk meninjau operasional serta membahas optimalisasi produk unggulan, Green Coke.

Dalam pertemuan tersebut, Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, menyambut langsung jajaran manajemen Pertachem. Rangkaian kegiatan Management Walkthrough (MWT) ini mencakup pemaparan mengenai proses bisnis kilang hingga peninjauan langsung ke area operasional untuk memastikan efisiensi produksi.

Green Coke atau residu padat karbon dari proses Delayed Coker menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini. Produk yang dihasilkan Kilang Dumai ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkat kandungan sulfur rendah (0,5 persen). Karakteristik ramah lingkungan tersebut menjadikan Green Coke pilihan strategis sebagai bahan bakar industri alternatif yang lebih minim emisi.

Lebih lanjut, Dirut PT Pertamina Petrochemical Trading, Aribawa, menegaskan bahwa kualitas Green Coke asal Dumai telah mendapat pengakuan pasar global. Salah satu pemanfaatan krusial dari produk ini adalah sebagai bahan baku pembuatan Anoda Grafit Artifisial, yang merupakan komponen vital dalam industri baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle) berskala internasional.

Sebagai satu-satunya unit kilang di bawah naungan Pertamina yang mampu memproduksi Green Coke, Dumai memegang peranan kunci dalam rantai pasok industri hilir. Sinergi antara PPN dan Pertachem diharapkan dapat terus berakselerasi dalam memasarkan produk inovatif ini, sekaligus memperkuat daya saing manufaktur domestik dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.