Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, tengah berupaya mempercepat pembangunan daerah dengan mengusulkan anggaran senilai Rp331,2 miliar kepada pemerintah pusat. Dana ini diproyeksikan untuk memperkuat fondasi sektor pendidikan dan kesehatan, demi menjamin pemerataan akses pelayanan dasar bagi masyarakat hingga ke pelosok distrik.
Bupati Tambrauw, Yeheskiel Yesnath, merinci bahwa dari total usulan tersebut, sebesar Rp201 miliar dialokasikan untuk sektor pendidikan, sementara Rp130,20 miliar ditujukan bagi penguatan sektor kesehatan. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul dan berdaya saing.
Dalam sektor pendidikan, fokus utama pembangunan meliputi pendirian SMA berpola asrama, pengembangan Sekolah Rakyat, serta Sekolah Terbuka. Selain pembangunan fisik, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan pembangunan rumah dinas, yang menjadi kebutuhan vital bagi tenaga pendidik di wilayah terpencil.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan tiga puskesmas baru, relokasi Puskesmas Sausapor, serta penguatan RSUD Fef. Pemerintah juga memprioritaskan pemenuhan fasilitas pendukung seperti laboratorium kesehatan masyarakat, sistem pengelolaan air bersih, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk menjamin standar sanitasi yang layak.
Untuk mengatasi kendala geografis, Pemkab Tambrauw mengusulkan pengadaan 21 unit ambulans darat dan empat unit puskesmas keliling perairan. Inisiatif ini diharapkan mampu memangkas jarak akses layanan kesehatan bagi warga di wilayah pesisir dan kawasan yang sulit dijangkau transportasi darat.
Usulan tersebut telah dipresentasikan oleh Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam rapat koordinasi sinkronisasi program bersama kementerian dan lembaga terkait di Jakarta. Pihak pemerintah daerah berharap dukungan pusat segera terealisasi agar program pembangunan ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Tambrauw.