Provinsi Riau mencatatkan perkembangan positif dalam upaya perlindungan kesehatan anak melalui program Imunisasi Baduta Lengkap (IBL). Berdasarkan data Dashboard Imunisasi Nasional per 26 Juni 2024, Riau kini berada di peringkat ke-12 secara nasional dengan total cakupan mencapai 28.443 jiwa atau sekitar 25,28 persen dari target sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa capaian tertinggi di tingkat kabupaten/kota saat ini dipegang oleh Kabupaten Rokan Hulu dengan angka partisipasi mencapai 40,31 persen. Di posisi selanjutnya, Kabupaten Kampar menunjukkan performa impresif dengan 39,33 persen, diikuti oleh Kota Pekanbaru (24,45 persen), Rokan Hilir (23,40 persen), serta Indragiri Hulu (22,69 persen).
Selain wilayah tersebut, daerah lain seperti Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi juga terus mengakselerasi layanan imunisasi bagi anak-anak di wilayah masing-masing. Program IBL ini secara spesifik menyasar kelompok anak usia 18 hingga 24 bulan, di mana mereka menerima imunisasi lanjutan berupa DPT-HB-Hib booster serta MR booster.
Zulkifli menekankan pentingnya komitmen orang tua dalam memastikan buah hati mendapatkan hak imunisasi mereka sesuai jadwal yang ditentukan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan atau Posyandu terdekat jika masih ada tahapan imunisasi anak yang terlewat. Imunisasi terbukti secara medis sebagai langkah paling efektif dalam menangkal berbagai penyakit berbahaya seperti campak, difteri, pertusis, tetanus, polio, hingga hepatitis B.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa anak yang tidak menerima imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi berat, kecacatan, hingga kematian. Selain berdampak pada anak itu sendiri, rendahnya cakupan imunisasi dapat memicu penularan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Pemerintah Provinsi Riau berharap melalui sinergi seluruh lapisan masyarakat, cakupan imunisasi yang merata dapat membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Hal ini merupakan langkah strategis untuk menjamin anak-anak di Riau tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.