Pemerintah mulai memberlakukan Keputusan Nomor 260/2026/ND-CP yang menjadi tonggak baru dalam pengembangan sektor teknologi tinggi nasional. Regulasi yang efektif per 1 Juli 2026 ini dirancang untuk mengakselerasi penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi strategis dengan menyediakan payung insentif keuangan yang sangat masif bagi pelaku usaha maupun individu.
Dalam skema baru ini, pemerintah berkomitmen memberikan pendanaan hingga 100% untuk proyek riset yang masuk dalam Katalog Teknologi Strategis. Dukungan finansial ini mencakup subsidi suku bunga pinjaman penuh, dengan batas maksimal 10% per tahun selama jangka waktu lima tahun, guna meringankan beban modal bagi perusahaan yang bergerak di bidang inovasi teknologi krusial.
Selain dukungan modal, insentif non-tunai juga diberikan dalam bentuk pembebasan bea masuk bagi peralatan serta bahan khusus yang digunakan untuk kepentingan penelitian. Para peneliti yang terlibat secara langsung pun mendapatkan stimulus berupa pembebasan pajak penghasilan pribadi atas gaji maupun pendapatan dari hasil komersialisasi hak cipta teknologi yang dikembangkan.
Aspek perlindungan kekayaan intelektual juga menjadi fokus utama dalam regulasi ini. Pemerintah menawarkan dukungan pembiayaan hingga 100% untuk biaya konsultasi hak paten di dalam maupun luar negeri, serta subsidi signifikan untuk proses sertifikasi produk. Kebijakan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi pada infrastruktur laboratorium nasional dan memacu daya saing produk teknologi domestik di pasar global.