Di tengah akselerasi transformasi digital yang semakin masif, sektor korporasi di Indonesia menghadapi tantangan krusial untuk memperbarui infrastruktur teknologi informasi (TI). Kebutuhan akan sistem yang lebih tangguh, efisien, dan aman menjadi agenda prioritas perusahaan dalam mengimbangi tuntutan layanan digital sekaligus menangkal risiko serangan siber yang kian canggih.

Isu ini menjadi sorotan utama dalam seminar bertajuk “Winning the Data Battle: High-Performance Infrastructure & Cyber-Resilient Backup” yang diselenggarakan oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di Jakarta. Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa modernisasi infrastruktur bukan sekadar adopsi teknologi baru, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi operasional yang lebih gesit.

Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server PT Multipolar Technology Tbk., menjelaskan bahwa perusahaan memerlukan infrastruktur dengan performa tinggi yang mudah dikelola serta mampu beradaptasi secara dinamis dengan perkembangan bisnis. Pendekatan terintegrasi dianggap sebagai kunci utama agar investasi TI tetap efisien namun mampu memberikan proteksi maksimal terhadap data perusahaan.

Sebagai solusi praktis, Multipolar Technology memperkenalkan integrasi antara Sangfor Hyperconverged Infrastructure (HCI), xFusion FusionServer V8, dan Veeam Backup & Replication. Kombinasi teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembaruan infrastruktur secara bertahap tanpa harus merombak sistem yang sudah ada sebelumnya.

Kehadiran xFusion FusionServer V8 ditujukan untuk mendongkrak performa komputasi, sementara Veeam Backup & Replication berperan dalam menjamin pemulihan data saat terjadi gangguan operasional. Strategi perancangan arsitektur yang disesuaikan dengan kebutuhan unik tiap organisasi menjadi faktor penentu agar proses modernisasi berjalan efektif dalam jangka panjang.