Ajang Surabaya Printing Expo 2026 resmi dibuka dengan menghadirkan 153 peserta yang memamerkan kemajuan terkini dalam dunia percetakan. Pameran yang mengalami pertumbuhan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya ini kini lebih memfokuskan diri pada teknologi industrial printing, yang mencakup solusi dekorasi kemasan, atribut promosi, hingga cetak tekstil.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menegaskan bahwa pergeseran fokus ke arah teknologi industri merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri kreatif nasional. Meski metode konvensional tetap ada, pameran tahun ini menonjolkan perangkat mutakhir, termasuk teknologi ukir dan solusi produksi yang dirancang untuk efisiensi di era ekonomi kreatif.

Sebagai bentuk dukungan bagi ekosistem bisnis lokal, sebanyak 10 pelaku UMKM turut berpartisipasi dalam pameran ini. Ke depannya, pihak penyelenggara bersama Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Timur berkomitmen untuk mengadakan berbagai pelatihan intensif. Langkah ini diambil agar pelaku usaha kecil dan menengah mampu mengoptimalkan teknologi cetak sebagai alat untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka.

Antusiasme terhadap gelaran ini melampaui batas regional Jawa Timur, dengan kehadiran pengunjung profesional dari berbagai provinsi seperti Aceh, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi. Hal ini menegaskan posisi Surabaya sebagai pusat strategis pengembangan industri manufaktur di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo, menyatakan bahwa integrasi teknologi digital sangat vital bagi jutaan pelaku usaha mikro di Jawa Timur. Ia berharap pameran ini mampu menjadi jembatan kolaborasi antara pelaku UMKM dan industri besar, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang lebih tangguh di tengah dinamika pasar yang terus berubah.