Di tengah dinamika industri kendaraan listrik yang berkembang pesat, GAC Indonesia menegaskan komitmennya dengan memaparkan fondasi riset dan pengembangan (R&D) yang menjadi tulang punggung teknologi mereka. Dengan pengalaman selama tiga dekade, perusahaan induk GAC Group terus memprioritaskan inovasi terintegrasi, mulai dari desain kendaraan, proses manufaktur, hingga tahap pengujian yang ketat.
Sebagai wujud keseriusan dalam pengembangan teknologi energi baru (NEV), GAC mengalokasikan investasi signifikan mencapai RMB7,71 miliar sepanjang tahun 2025. Dana tersebut diarahkan untuk mematangkan teknologi mutakhir seperti baterai lithium all-solid-state, sistem penggerak otonom level 3, hingga inovasi mobilitas futuristik GOVY AirJet, yang bertujuan menciptakan ekosistem berkendara lebih aman dan cerdas.
Kekuatan teknis GAC didukung oleh jaringan pusat R&D yang tersebar strategis di berbagai kota besar dunia, seperti Guangzhou, Silicon Valley, hingga Milan. Melalui sistem jaringan yang terintegrasi, mereka berhasil melahirkan platform inovatif seperti AEP (AION Electric Platform) dan sistem keamanan X-SOUL, yang menjadi standar kualitas bagi seluruh lini produk GAC di pasar global.
Kepercayaan konsumen terhadap teknologi GAC terbukti lewat catatan penjualan kumulatif yang mencapai lebih dari 628.200 unit hingga pertengahan 2026. Pertumbuhan impresif sebesar 62,28% pada lini GAC Aion menjadi indikator bahwa standar inovasi perusahaan mampu diterima dengan baik oleh pasar internasional yang beragam karakteristiknya.
Bagi pasar Indonesia, GAC mengusung strategi "In Local, For Local" guna menyesuaikan produk dengan kebutuhan lokal melalui peningkatan komponen dalam negeri (TKDN) dan perluasan jaringan layanan purna jual. CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyatakan bahwa pihaknya ingin membangun kepercayaan konsumen dengan menunjukkan bahwa setiap unit kendaraan yang dipasarkan adalah hasil dari kapabilitas engineering yang mumpuni dan pengalaman riset global yang panjang.