Forum ilmiah internasional ATCESD 2026 yang berlangsung pada 3-4 Juli menjadi sorotan utama para pakar global di bidang arsitektur, transportasi, dan sumber daya air. Pertemuan ini difokuskan pada upaya integrasi teknologi hijau serta transformasi digital sebagai solusi atas tantangan pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan di tengah perubahan iklim global.
Sebanyak 107 makalah ilmiah dipresentasikan dalam ajang tersebut, menunjukkan antusiasme tinggi komunitas profesional dalam mencari jawaban atas isu-isu konstruksi modern. Para pembicara dari berbagai negara, termasuk Prancis, Australia, dan Amerika Serikat, memaparkan riset mendalam mengenai penggunaan kecerdasan buatan, pemodelan stokastik, hingga struktur beton tahan api yang berorientasi pada kinerja.
Diskusi teknis dalam konferensi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari rekayasa geoteknik, manajemen limbah, hingga pemantauan cerdas pada infrastruktur jembatan. Sesi-sesi khusus tersebut dirancang untuk mengupas secara mendalam material semen rendah karbon serta inovasi pengelolaan sumber daya air guna mengatasi ancaman intrusi air asin dan risiko banjir perkotaan.
Poin penting dari ATCESD 2026 terletak pada upaya menjembatani kesenjangan antara riset akademis dengan kebutuhan praktis industri. Melalui penerapan teknologi seperti BIM, big data, dan pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap iklim, para peserta berkomitmen untuk mempercepat target pengurangan emisi menuju Net Zero, sekaligus membentangkan jalan bagi kolaborasi transfer teknologi lintas negara di masa depan.