Proses konsolidasi tujuh perusahaan logistik milik negara telah resmi dimulai sejak Rabu (1/7/2026). PT PBM Sarana Bandar Nasional atau Pelni Logistics, sebagai salah satu entitas yang terlibat, menegaskan bahwa kebijakan penggabungan ini tidak akan diikuti dengan pengurangan tenaga kerja maupun pemutusan hubungan kerja (PHK).
Direktur Utama Pelni Logistics, Sukendra, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan merger ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) per 30 Juni 2026. Ia menjamin seluruh aktivitas bisnis serta operasional perusahaan tetap berjalan normal meski saat ini tengah berada dalam masa transisi administratif. Perubahan yang terjadi hanya berfokus pada pemusatan struktur pelaporan manajemen di bawah entitas MTI.
Lebih lanjut, Sukendra memaparkan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk membangun ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi, sesuai dengan visi Danantara Asset Management. Seluruh aset perusahaan, termasuk sarana transportasi dan sumber daya manusia (SDM), akan tetap dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam struktur holding baru yang dipimpin oleh PT Pos Indonesia (Persero).
Dalam tahap awal integrasi, PT Multi Terminal Indonesia bertindak sebagai 'surviving entity' yang menaungi tujuh perusahaan logistik, di antaranya PT Pos Logistik Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik, hingga unit logistik dari Pelindo Group. Pelindo sendiri memegang porsi kepemilikan mayoritas sebesar 74,47% guna mengawal transisi ini hingga mencapai integrasi total pada tahun 2027.
Dengan terbentuknya manajemen tunggal (single management) ini, Pelni Logistics optimistis jaringan operasional perusahaan akan semakin kokoh dan kompetitif. Sukendra menegaskan bahwa prinsip utama konsolidasi ini adalah penguatan skala bisnis, bukan perampingan pekerja, sehingga seluruh karyawan tetap dapat menjalankan tugasnya seperti sedia kala.