Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa mencatat adanya penambahan 23 kasus baru infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) selama periode Semester I tahun 2026. Temuan ini merupakan hasil dari upaya skrining aktif yang dilakukan petugas kesehatan terhadap 4.980 warga di berbagai kecamatan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, mengungkapkan bahwa mayoritas penderita yang ditemukan berada dalam kondisi sehat secara fisik tanpa menunjukkan gejala klinis yang menonjol. Berdasarkan catatan akumulatif sejak tahun 2010 hingga pertengahan 2026, total angka kasus HIV di Sumbawa telah menyentuh angka 423 jiwa, dengan 111 di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia hingga tahun 2024.

Meskipun angka temuan kasus baru menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 42 kasus, pihak Dinkes tetap memandang serius penyebaran virus ini. Sarip menegaskan bahwa efektivitas penemuan kasus baru ini sangat bergantung pada proaktifnya petugas di lapangan dalam melakukan skrining, mengingat karakteristik virus HIV yang seringkali tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan medis dini.

Data epidemiologi menunjukkan bahwa kelompok usia produktif antara 20 hingga 29 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak, dengan proporsi penderita laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan. Selain itu, banyak dari penderita yang ditemukan justru memiliki riwayat domisili di luar wilayah Kabupaten Sumbawa.

Sebagai langkah strategis, Dinkes Sumbawa berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, termasuk menyasar institusi pendidikan dan kelompok yang memiliki risiko tinggi. Upaya sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi publik mengenai bahaya HIV, cara penularan, serta pentingnya menghilangkan stigma negatif agar masyarakat tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.