Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi dan daya kritis bagi generasi muda di tengah pesatnya disrupsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Nasional bertajuk 'Menjadi Generasi Pembelajar Sepanjang Hayat' yang berlangsung di Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba), Banyuwangi, pada Jumat (3/7/2026).

Dalam paparannya, Taufiq mengingatkan bahwa lulus dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan gerbang awal bagi pengembangan diri yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa di era digital yang dinamis, penguasaan ilmu pengetahuan serta kemampuan analisis yang tajam menjadi kunci utama bagi setiap individu untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menyinggung pemanfaatan AI dalam sektor publik dan pemerintahan, Taufiq mengajak para mahasiswa untuk memandang teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia. Menurutnya, aspek fundamental seperti integritas, empati, dan kebijaksanaan adalah nilai kemanusiaan yang tidak dapat direplikasi oleh mesin. Oleh karena itu, ia berpesan agar teknologi digunakan dengan landasan karakter yang kuat demi kemaslahatan bersama.

Menanggapi kegiatan tersebut, Rektor UI Cordoba, Prof. Dr. Agus Trihartono, menjelaskan bahwa kehadiran tokoh nasional di kampus merupakan bagian dari strategi universitas untuk memperkaya wawasan kebangsaan mahasiswa. Hal ini diharapkan mampu membentuk calon pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perubahan serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap realitas kebijakan publik.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari ratusan peserta. Mahasiswa tampak aktif menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari transformasi birokrasi di era digital hingga kompetensi praktis yang harus dipersiapkan agar mampu bersaing secara global setelah menuntaskan pendidikan di perguruan tinggi.