Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Langkah kolaboratif yang diresmikan di Jakarta ini bertujuan untuk menyatukan dua sektor strategis: pengembangan industri olahraga nasional dan kampanye pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Mengusung tajuk "Kampanye dan Sosialisasi Pengembangan Panas Bumi dan Industri Olahraga Melalui Pembinaan Olahraga", inisiatif ini melibatkan Geothermal Soccer Indonesia (GSI) serta Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API). Fokus utamanya adalah memacu pertumbuhan industri olahraga di wilayah sekitar pembangkit listrik tenaga panas bumi, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya energi terbarukan melalui sepak bola.
Plt Deputi Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Suyadi Pawiro, menyoroti peran strategis sepak bola sebagai instrumen sosialisasi yang masif di Indonesia. Dengan basis massa mencapai 160 juta penggemar, sepak bola dinilai menjadi sarana efektif dalam membina atlet muda, meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, serta mendongkrak ekonomi kreatif melalui dukungan bagi UMKM di sekitar lokasi operasional energi panas bumi.
Ketua Umum GSI, Carson Hakama, mengungkapkan bahwa komunitas ini merupakan pionir global yang menggabungkan aktivisme lingkungan dengan sepak bola. Melalui pendekatan olahraga, GSI berupaya memitigasi isu-isu sosial di masyarakat sekitar proyek panas bumi, sekaligus menjadikan sepak bola sebagai jembatan komunikasi informal antarpemangku kepentingan, dari level eksekutif hingga akar rumput.
Proyek sinergis ini diproyeksikan sebagai langkah awal menuju perhelatan Indonesia Sports Summit 2026. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam mengintegrasikan pembangunan sektor energi terbarukan dengan gaya hidup sehat dan industri olahraga yang berkelanjutan.