Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa perbaikan standar layanan kesehatan akan menjadi fokus utama dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Meski angka kematian jamaah tercatat menurun sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah menilai capaian tersebut belum memenuhi target ideal.

Data kementerian menunjukkan terdapat 367 jamaah dan satu petugas haji yang wafat selama berada di Arab Saudi pada musim ini. Selain itu, otoritas terkait masih terus memantau kondisi sekitar 60 jamaah yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat hingga seluruh rangkaian operasional resmi dinyatakan tuntas.

Lebih lanjut, Gus Irfan sapaan akrabnya, menyatakan bahwa efektivitas manajemen arus jamaah, khususnya di wilayah Mina dengan kapasitas yang terbatas, turut masuk dalam agenda perbaikan. Penanganan logistik dan mobilitas di lokasi tersebut menjadi catatan penting agar penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang dapat berjalan lebih aman dan nyaman.

Dengan berakhirnya operasional haji 2026, pihak kementerian kini mulai merancang langkah strategis untuk persiapan tahun 2027. Evaluasi komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk DPR dan otoritas Arab Saudi, akan menjadi landasan utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi jamaah asal Indonesia ke depannya.