Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa perhelatan Huma Betang Night (HBN) bukan sekadar hiburan masyarakat semata. Kegiatan yang dihelat di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, diproyeksikan sebagai strategi strategis pemerintah untuk mengintegrasikan pelestarian kearifan lokal dengan akselerasi ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Agustiar menyatakan bahwa inisiatif ini dirancang untuk memberi panggung bagi para pelaku usaha mikro serta penggerak ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah. Dengan menyatukan elemen seni budaya dan perdagangan, pemerintah berharap perputaran uang di sektor riil dapat meningkat secara signifikan, khususnya di ibu kota provinsi.

Lebih jauh, orang nomor satu di Kalimantan Tengah tersebut memastikan bahwa dampak positif dari gelaran ini tidak akan terpusat di Palangka Raya saja. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan rotasi penyelenggaraan di seluruh kabupaten yang ada di wilayah tersebut guna menciptakan keadilan sosial dan pemerataan akses pembangunan.

Agustiar menekankan bahwa jabatan yang ia emban mencakup tanggung jawab terhadap 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, ia memastikan seluruh wilayah akan mendapatkan kesempatan serupa untuk menjadi tuan rumah, demi memastikan bahwa manfaat ekonomi dan pelestarian budaya dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat di provinsi tersebut.