Pemerintah Provinsi Gia Lai terus menggencarkan upaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan berintegritas sepanjang semester pertama tahun 2026. Melalui Departemen Manajemen Pasar, otoritas setempat secara masif menyosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Hak Konsumen 2023, dengan fokus utama pada tema "Keamanan Informasi, Membangun Kepercayaan, dan Konsumsi Berkelanjutan."

Sebagai langkah preventif, otoritas telah berhasil mengumpulkan komitmen dari 106 unit ritel dan 631 pelaku bisnis bahan bakar minyak terkait transparansi harga dan larangan penimbunan barang. Tidak hanya itu, sinergi dengan momentum Tahun Pariwisata Nasional dan Festival Budaya Etnis di Gia Lai juga dimanfaatkan untuk memobilisasi lebih dari 2.000 pelaku usaha jasa agar patuh terhadap regulasi perdagangan yang berlaku.

Untuk mempermudah partisipasi publik, lebih dari 2.000 poster berisi nomor kontak pengaduan telah disebar di berbagai pusat perbelanjaan. Langkah ini disambut positif oleh pelaku usaha, seperti pemilik hotel dan toko kelontong di kawasan Pleiku dan Quy Nhon, yang kini semakin proaktif menertibkan dokumen legalitas dan standar kualitas layanan sebagai bagian dari strategi menjaga kredibilitas bisnis jangka panjang.

Di sisi penegakan hukum, periode Desember 2025 hingga Juni 2026 mencatat tindakan tegas terhadap 423 pelanggaran dari 710 kasus yang diperiksa. Negara berhasil mengamankan pendapatan sebesar 5,6 miliar VND melalui denda administratif dan penjualan barang sitaan, sementara barang-barang yang tidak memenuhi standar senilai 1,5 miliar VND telah dimusnahkan. Selain itu, penanganan khusus juga menyasar pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Wakil Kepala Departemen Manajemen Pasar, Dinh Van Ha, menegaskan bahwa ekosistem pasar yang sehat hanya dapat terwujud jika kesadaran publik diimbangi dengan penegakan hukum yang konsisten. Ke depan, pengawasan akan diperketat pada sektor yang memiliki risiko tinggi, seperti perdagangan elektronik (e-commerce), sektor kosmetik, pangan fungsional, hingga keamanan produk minyak bumi.