PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) resmi menuntaskan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan berhasil mengantongi dana segar senilai Rp28,46 miliar yang diserap sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung, entitas pengendali baru yang bernaung di bawah Tjokro Group.
Aksi strategis ini melibatkan penerbitan 66,67 juta saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp427 per lembar. Pasca-distribusi saham yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni lalu, emiten ini kini mulai melakukan penyesuaian operasional guna menyelaraskan bisnis dengan ekosistem Tjokro Group.
Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, mengungkapkan bahwa perubahan signifikan akan segera dilakukan, termasuk pembaruan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Perseroan menambah tiga lini usaha baru, yakni konsultasi manajemen, perdagangan besar mesin kantor dan industri, serta pengelolaan real estat nonhunian. Langkah ini diambil untuk mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan di masa depan.
Dionysius menegaskan bahwa meskipun merambah sektor baru, GPSO tetap berkomitmen menjaga lini bisnis inti mereka dalam bidang alat survei, pemetaan tanah, dan jasa pengukuran. Selain itu, alokasi belanja modal tahun 2026 telah disiapkan untuk rencana akuisisi aset dari PT JIC senilai Rp78 miliar, yang nantinya akan dikelola sebagai aset sewa produktif.
Meski saat ini perseroan masih dalam fase transisi administratif dan operasional di kuartal III-2026, manajemen menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek kinerja keuangan perusahaan. Dengan suntikan modal baru dan diversifikasi model bisnis, GPSO diproyeksikan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih stabil pada periode-periode mendatang.