Universitas Brawijaya (UB) resmi memberangkatkan 1.000 mahasiswa peserta program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) tahun 2026 pada Senin (6/7/2026). Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa dari 15 fakultas ini akan tersebar di 76 desa yang mencakup delapan kabupaten di Jawa Timur untuk melaksanakan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Rektor UB, Widodo, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di lapangan bukan sekadar pemenuhan beban akademik. Ia menekankan pentingnya posisi mahasiswa sebagai mitra strategis bagi warga desa. "Mahasiswa membawa mandat untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi, namun tetap harus mengedepankan sikap rendah hati serta menghargai kearifan lokal yang ada di setiap wilayah," ujar Widodo dalam sambutannya.

Target ambisius telah ditetapkan dalam gelaran MMD tahun ini, yakni penciptaan lebih dari 100 produk Teknologi Tepat Guna (TTG) yang mampu menjawab kebutuhan spesifik masyarakat perdesaan. Selain output fisik, program ini juga membidik luaran akademis berupa 38 artikel ilmiah serta lebih dari 500 publikasi media sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian yang transparan.

Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa efektivitas program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat. Kerja sama melibatkan berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah seperti Kementerian PPN/Bappenas dan Perpustakaan Nasional RI, hingga sektor swasta seperti Bank Jatim dan PT Pertamina Patra Niaga.

Berbagai bantuan telah disiapkan untuk menunjang kegiatan di lapangan, di antaranya distribusi bibit tanaman, ribuan bibit ikan, hingga bantuan buku bacaan. Sinergi ini difokuskan pada penyelesaian masalah krusial seperti kemiskinan, peningkatan literasi, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan ketahanan pangan di lokasi pengabdian.