Keluarga Donald Trump dilaporkan berhasil mengumpulkan pendapatan luar negeri yang fantastis dengan total mencapai Rp5,39 triliun. Angka signifikan ini sebagian besar disumbang oleh performa bisnis di kawasan Timur Tengah yang kini menjadi pusat kontribusi pendapatan internasional bagi Trump Organization.
Sumber pemasukan utama berasal dari penjualan separuh kepemilikan saham di perusahaan kripto World Liberty Financial. Transaksi bernilai US$263 juta atau setara Rp4,73 triliun tersebut melibatkan entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, tokoh berpengaruh dari keluarga kerajaan Uni Emirat Arab. Selain kripto, sektor properti turut memberikan sumbangsih melalui kerja sama lisensi pembangunan menara serta lapangan golf mewah di kawasan Teluk.
Data menunjukkan lonjakan drastis dalam pendapatan lisensi luar negeri Trump. Setelah sempat melandai ke angka US$8 juta pada 2023, pendapatan sektor ini melonjak hingga US$59 juta pada 2025. Pertumbuhan ini dipicu oleh proyek-proyek pengembangan baru yang tersebar di berbagai negara, termasuk India, Vietnam, dan Rumania.
Di sisi lain, keterlibatan keluarga Trump dalam industri kripto melalui World Liberty Financial dan penjualan koin meme bermerek Trump memberikan pemasukan yang melampaui US$1,4 miliar sepanjang tahun lalu. Meski demikian, kesuksesan finansial ini kontras dengan data dari Chainalysis yang mencatat adanya kerugian besar pada ratusan ribu investor ritel yang memegang aset serupa.
Sementara itu, portofolio bisnis domestik seperti resor Mar-a-Lago turut mencatat kinerja positif dengan pendapatan hampir menyentuh US$77 juta. Secara keseluruhan, tren ini menandai kebangkitan agresif kegiatan bisnis keluarga Trump di kancah global seiring dengan dinamika politik yang terjadi belakangan ini.