Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Semarang mencatatkan kemajuan signifikan usai menerima program pendampingan intensif dari 810 mahasiswa Soegijapranata Catholic University (SCU). Efektivitas kolaborasi ini terungkap dalam gelaran pameran serta lokakarya yang berlangsung di Kampus 1 SCU pada Selasa (30/6).
Program yang mencakup Kuliah Kerja Usaha (KKU), Kuliah Kerja Sinergis (KKS), serta KKN Tematik semester genap 2025/2026 ini melibatkan 104 pelaku UMKM, 27 kelompok PKK, dan empat SMA. Selama dua bulan masa pendampingan, para mahasiswa berfokus pada pengembangan produk, inovasi usaha, hingga penguatan strategi pemasaran yang dipamerkan melalui 136 stan.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam membantu UMKM terlihat dari lonjakan permintaan konsumen yang bahkan membuat beberapa pelaku usaha kewalahan memenuhi pesanan. Fenomena tersebut menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara dunia akademis dan sektor riil mampu mendongkrak daya saing ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Iswar menegaskan bahwa tantangan ke depan bagi para pelaku usaha adalah meningkatkan kapasitas produksi guna merespons tingginya minat pasar. Ia berharap program pendampingan di masa mendatang tidak hanya berhenti pada aspek pemasaran, tetapi juga menyentuh aspek teknis operasional agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Semarang juga mendorong agar keterlibatan perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat dapat diperluas hingga ke wilayah aglomerasi. Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat ekonomi kawasan penyangga, sejalan dengan visi pembangunan Kota Semarang yang lebih inklusif dan terintegrasi.