XLSmart secara resmi melanjutkan inisiatif strategisnya melalui program Future Ready guna mempersempit kesenjangan gender yang masih kentara di industri teknologi dan kepemimpinan korporat Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas data partisipasi angkatan kerja perempuan yang berada di angka 53,3 persen, jauh tertinggal dibandingkan laki-laki yang mencapai 81,9 persen.

Corporate CSR & Channel Strategy XLSmart, Adelia Theresa Panjaitan, menegaskan bahwa minimnya representasi perempuan di level strategis—seperti posisi komisaris, ketua dewan, hingga CEO—bukan disebabkan oleh rendahnya kapabilitas, melainkan keterbatasan akses serta hambatan dalam jenjang karier. Fenomena ini pun selaras dengan tren global di mana sektor teknologi, khususnya bidang kecerdasan buatan, masih didominasi oleh laki-laki.

Berkaca pada kesuksesan Batch 1 yang mampu memberdayakan 60.000 perempuan melalui berbagai proyek inovatif, XLSmart kini menargetkan jangkauan yang lebih luas pada Batch 2. Sebanyak 200 ribu perempuan Indonesia diproyeksikan akan menerima manfaat program, dengan 150 peserta terpilih yang bakal mengikuti pelatihan intensif serta pendampingan langsung dari para praktisi ahli selama tiga bulan.

Sebagai bentuk pembaruan, program ini kini menyertakan kesempatan kunjungan ke perusahaan teknologi global bagi peserta dengan performa terbaik. Melalui eksposur internasional tersebut, XLSmart berharap para peserta dapat memperluas jaringan profesional sekaligus membawa wawasan baru untuk mengakselerasi transformasi digital yang inklusif di Indonesia.