Zlatko Dalic, juru taktik tim nasional Kroasia, meluapkan kekecewaan mendalam atas kekalahan dramatis timnya dari Portugal dalam babak 32 besar Piala Dunia. Meski mengakui keunggulan lawan, ia menyoroti bagaimana drama menit-menit akhir pertandingan dipengaruhi oleh intervensi teknologi yang menurutnya mengikis esensi dari olahraga ini.

Dalam keterangan yang dikutip dari The Guardian, Dalic mengungkapkan rasa frustrasinya atas pembatalan gol yang sempat dirayakan para pemainnya. Situasi tersebut dianggapnya menciptakan guncangan psikologis yang berat bagi skuad Kroasia, lantaran perubahan keputusan yang sangat cepat di lapangan telah menghancurkan moral pemain di saat krusial.

"Teknologi video mungkin dimaksudkan untuk keadilan, namun dampaknya telah mematikan gairah dan emosi dalam permainan. Kita telah melangkah terlalu jauh dengan teknologi ini sehingga keindahan sepak bola seolah kehilangan jiwanya," tegas Dalic. Ia menilai bahwa keputusan berbasis teknologi sering kali memberikan beban mental yang tidak mudah dipulihkan bagi para atlet yang sedang bertanding di level tertinggi.

Di sisi lain, Dalic turut menyinggung masa depan kapten tim, Luka Modric. Ia menyayangkan momen perpisahan yang pahit bagi sang gelandang veteran di pentas Piala Dunia. Meski hasil akhir tidak berpihak pada mereka, Dalic memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter dan kepemimpinan Modric yang terus berjuang memberikan kemampuan terbaiknya hingga laga benar-benar usai.