Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui tim pengabdian masyarakatnya melakukan inisiatif strategis untuk memperkuat daya saing bisnis diaspora Indonesia di Auckland, Selandia Baru. Program ini difokuskan pada optimalisasi pemasaran digital bagi Fabolous Work Group Ltd., perusahaan induk yang membawahi Mill Bakery, guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari pada akhir Mei 2026 ini dipimpin oleh dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Hardika Dwi Hermawan, bersama pakar Pendidikan Geografi, Siti Hadiyati Nur Hafida. Dengan dukungan pendanaan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melalui skema RisetMu, tim membawa pendekatan kreatif dengan melibatkan praktisi digital marketing dan pembuat konten profesional, Rian Fahardhi.

Strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teknis media sosial, tetapi menekankan pada aspek narasi atau storytelling yang autentik. Tim bahkan terjun langsung mendokumentasikan proses operasional toko sejak dini hari untuk menampilkan nilai perjuangan dan kualitas produk di balik layar. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun keterikatan emosional dengan audiens, khususnya komunitas lokal di Selandia Baru.

Hasil dari pendampingan ini menunjukkan capaian yang signifikan dalam aspek jangkauan digital. Dalam waktu kurang dari sepekan, akun media sosial mitra mengalami lonjakan pengikut hingga 26,28 persen. Salah satu konten yang diunggah bahkan mencatatkan lebih dari 321 ribu tayangan, membuktikan bahwa strategi konten yang tepat mampu meningkatkan visibilitas bisnis secara drastis di pasar internasional.

Selain memberikan pelatihan teknis kepada 15 diaspora Indonesia mengenai fotografi, videografi, dan manajemen algoritma, program ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Pihak UMS kini menjajaki rencana pengembangan magang jarak jauh bagi mahasiswa, yang diharapkan dapat menjadi jembatan kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi Indonesia dengan sektor bisnis di kancah global.