Menjawab tantangan kompleksitas ancaman siber global yang kian pesat, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) memutuskan untuk melakukan transformasi strategis dalam lini bisnisnya. Langkah ini diresmikan melalui persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada akhir Juni 2026.
Perusahaan mengalokasikan investasi sebesar Rp11 miliar guna memperkuat pengembangan perangkat lunak, platform berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga kekayaan intelektual (intellectual property). Inisiatif ini diproyeksikan menjadi pilar baru yang memperkokoh operasional teknologi keamanan siber perusahaan sekaligus menggenjot pendapatan berulang (recurring revenue) melalui komersialisasi software.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menegaskan bahwa adopsi AI merupakan fase krusial bagi masa depan keamanan siber. Menurutnya, pasar kini membutuhkan solusi yang tidak hanya bersifat reaktif, namun mampu beradaptasi dan belajar dari pola ancaman secara mandiri. Investasi ini menjadi keberlanjutan dari riset panjang yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.
Melalui perluasan cakupan usaha yang mencakup pemrograman AI, pengolahan data, hingga perdagangan perangkat lunak, ITSEC Asia berkomitmen menghadirkan solusi mutakhir seperti Bronyx AI dan rangkaian platform IntelliBro. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi ITSEC Asia, tidak hanya di pasar domestik, melainkan juga dalam daya saing teknologi keamanan siber di tingkat regional maupun global hingga 2031 mendatang.