Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan sistem informasi kesehatan dengan menyelenggarakan kegiatan validasi data Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Agenda yang berlangsung di Aula Ex Keuangan Dinkesda Demak pada Kamis (2/7/2026) ini melibatkan para praktisi surveilans dari berbagai rumah sakit, puskesmas, hingga Labkesda setempat.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan catatan data manual di lapangan dengan sistem digital SKDR. Sinkronisasi ini penting dilakukan demi memastikan akurasi data yang nantinya menjadi pijakan utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan masyarakat yang tepat sasaran dan berbasis bukti.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Demak menekankan bahwa presisi data merupakan fondasi mutlak dalam deteksi dini. Ketersediaan data yang valid memungkinkan otoritas kesehatan untuk merespons potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) secara cepat dan terukur, terutama terkait penyakit-penyakit yang seharusnya bisa dicegah melalui program imunisasi.

Di sisi lain, Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi turut memberikan pembekalan mendalam mengenai analisis situasi terkini serta pembaruan kebijakan operasional. Fokus utamanya tidak hanya terbatas pada sinkronisasi angka, tetapi juga penguatan kapasitas petugas agar mampu melakukan pelaporan sesuai standar prosedur yang ditetapkan.

Melalui penguatan sistem surveilans yang lebih terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya preventif yang lebih efektif. Komitmen ini sekaligus menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun sistem informasi kesehatan yang tangguh, transparan, dan responsif terhadap dinamika ancaman penyakit di masyarakat.