PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menegaskan komitmennya dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat ekosistem industri kesehatan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap pesatnya digitalisasi yang kini merambah sektor medis dan farmasi.
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulia Lie, menyatakan bahwa implementasi teknologi AI difokuskan pada tiga pilar utama, yakni akselerasi riset dan pengembangan (R&D), optimalisasi kualitas layanan kesehatan, serta peningkatan efektivitas edukasi bagi masyarakat luas. Menurutnya, inovasi berbasis teknologi merupakan fondasi krusial bagi perusahaan untuk tetap kompetitif sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Lebih lanjut, Mulia menekankan bahwa inovasi tidak hanya terbatas pada pengembangan produk farmasi, tetapi juga merambah ke transformasi internal organisasi dan model bisnis. Dengan mengintegrasikan sistem cerdas, Kalbe Farma berupaya menciptakan alur kerja yang lebih efisien serta menghasilkan solusi kesehatan yang lebih presisi bagi pasien.
Langkah progresif ini menjadi bukti kesiapan industri farmasi nasional dalam menghadapi tantangan era digital. Penggunaan AI diharapkan mampu mempercepat penemuan produk-produk kesehatan baru sekaligus memperkuat posisi Kalbe Farma sebagai pemimpin pasar dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.