Danantara Indonesia baru saja mengumumkan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan ekosistemnya telah merampungkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Meski demikian, lembaga tersebut hanya mempublikasikan kinerja dari 11 BUMN terpilih, sebuah langkah yang kemudian memicu pertanyaan publik terkait transparansi perusahaan lainnya.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, memberikan klarifikasi bahwa pemilihan 11 perusahaan tersebut bukan dimaksudkan sebagai daftar eksklusif atau representasi keseluruhan kinerja BUMN. Sebaliknya, daftar ini disusun khusus untuk menyoroti entitas yang menunjukkan peningkatan performa paling signifikan selama periode April 2025 hingga April 2026.
Rohan menekankan bahwa masih banyak BUMN lain di luar daftar tersebut yang juga mencatatkan perkembangan positif. Pemilihan 11 perusahaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran konkret mengenai hasil transformasi yang telah diupayakan selama satu tahun terakhir dalam ekosistem pengelolaan Danantara.
Di sisi lain, Danantara mulai merealisasikan mandat investasi strategis menggunakan sebagian dividen BUMN tahun 2025. Proyek yang dijalankan mencakup pengembangan ekosistem Haji dan Umrah di Makkah, serta inisiatif Waste-to-Energy (WTE) guna mendukung transisi ekonomi hijau dan ketahanan energi nasional.
Terkait laporan keuangan secara menyeluruh, Danantara memastikan bahwa Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 saat ini masih dalam tahap audit. Pihak manajemen berkomitmen untuk mempublikasikan laporan tersebut secara luas kepada masyarakat setelah seluruh prosedur audit dinyatakan selesai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.