Tim nasional sepak bola Mesir menorehkan sejarah baru dengan memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kepastian tersebut diraih setelah Mesir menundukkan Australia melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, menyusul hasil imbang 1-1 sepanjang waktu normal dan tambahan waktu dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Jumat (3/7) waktu setempat.

Usai laga, suasana emosional menyelimuti lapangan saat sang pelatih, Hassan, menyampaikan dedikasi kemenangan tersebut. Dalam pernyataannya, ia mempersembahkan pencapaian bersejarah ini bagi seluruh rakyat Mesir dan masyarakat Palestina. Sebagai simbol solidaritas, Hassan membentangkan bendera Mesir dan Palestina di tengah lapangan, diikuti oleh para pemain yang melakukan sujud syukur sebagai bentuk penghormatan.

Gema kemenangan Mesir ini pun disambut dengan antusiasme tinggi di Jalur Gaza. Media sosial diramaikan dengan berbagai unggahan yang memperlihatkan masyarakat Gaza, meski di tengah keterbatasan dan bayang-bayang kehancuran, berkumpul di tenda-tenda darurat untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Sorak-sorai dan senyuman warga menjadi pemandangan kontras di tengah kondisi wilayah yang sedang dilanda konflik.

Bagi warga Gaza, kemenangan tim berjuluk The Pharaohs ini bukan sekadar urusan olahraga, melainkan sebuah momen pelepasan emosional yang langka. Ungkapan kegembiraan tersebut menegaskan betapa sepak bola mampu menghadirkan secercah harapan dan momen persatuan, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.