Perdagangan bursa saham di kawasan Asia-Pasifik pada Jumat pagi, 3 Juli 2026, mencatatkan pergerakan yang tidak seragam. Para pelaku pasar terpantau masih melanjutkan aksi pengurangan posisi pada saham-saham di sektor teknologi, mengikuti tren pelemahan serupa yang terjadi di pasar global.
Di pasar Jepang, indeks Nikkei 225 terpantau terkoreksi sebesar 0,86 persen, kontras dengan indeks Topix yang justru mampu mencatatkan penguatan sebesar 0,34 persen. Fenomena serupa terlihat di Korea Selatan, di mana indeks Kospi berhasil melaju 0,97 persen, sementara indeks Kosdaq yang banyak dihuni oleh perusahaan berbasis teknologi justru melemah sebesar 1,12 persen.
Sementara itu, bursa Australia menunjukkan tren positif dengan indeks S&P/ASX 200 yang menguat sekitar 0,5 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka stabil dengan kecenderungan menguat tipis di level 23.061, dibandingkan penutupan sesi sebelumnya pada 23.055,03.
Dinamika pasar Asia ini tidak lepas dari pengaruh penutupan bursa Wall Street yang mencatat hasil variatif. Meski indeks Dow Jones sempat menembus rekor tertinggi baru didorong oleh optimisme pasar terkait rencana pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pasca rilis data ketenagakerjaan, tekanan jual pada saham semikonduktor membuat indeks Nasdaq terpaksa berakhir di zona merah.
Aktivitas perdagangan global pada hari ini diprediksi akan berlangsung lebih tenang dan minim volume. Hal tersebut dipengaruhi oleh libur bursa saham di Amerika Serikat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan negara tersebut.