Bisnis minyak hati hiu kini merambah pasar digital dengan nilai ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp4,4 triliun pada 2032. Produk olahan, baik dalam bentuk kapsul maupun cairan, semakin mudah ditemukan di marketplace dan media sosial. Tingginya permintaan global akan senyawa squalene untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, dan suplemen kesehatan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan industri ini.
Di balik gemerlap keuntungan, terdapat ancaman serius bagi kelestarian populasi hiu laut dalam, khususnya famili Centrophoridae atau hiu botol. Berbeda dengan ikan komersial pada umumnya, hiu jenis ini memiliki siklus reproduksi yang sangat lambat dan masa hidup yang panjang. Data dari IUCN menunjukkan penurunan populasi hiu gulper hingga 79 persen akibat eksploitasi berlebihan yang didorong oleh kebutuhan bahan baku minyak hati.
Rantai pasok komoditas ini dinilai masih sangat gelap dan minim ketelusuran. Minyak mentah yang diproses secara manual oleh nelayan dari berbagai pelosok Indonesia kemudian dikumpulkan oleh pengepul sebelum akhirnya masuk ke industri farmasi di kota-kota besar. Praktik pencampuran minyak dari berbagai spesies hiu tanpa pencatatan identitas yang jelas membuat upaya verifikasi asal-usul bahan baku menjadi hampir mustahil dilakukan tanpa teknologi forensik seperti analisis DNA.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini tengah menyusun kajian ilmiah dan dokumen non-detriment finding (NDF) untuk merespons status hiu gulper yang masuk dalam daftar Appendix II CITES. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemanfaatan yang legal, dapat ditelusuri, dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan aturan perdagangan yang lebih ketat akan rampung pada tahun 2027.
Para ahli konservasi dan akademisi terus mendorong peralihan industri menuju sumber squalene nabati yang lebih ramah lingkungan, seperti yang berasal dari tebu, zaitun, atau biji-bijian. Transisi ini dianggap sebagai solusi mutlak untuk memutus ketergantungan pada predator puncak laut yang perannya krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem samudera.