Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memberikan pesan strategis kepada pelaku usaha di Indonesia agar tidak terjebak dalam orientasi keuntungan jangka pendek. Dalam kunjungannya di ajang Bisnis Indonesia Awards 2026, ia menekankan bahwa keberlanjutan perusahaan di masa depan sangat bergantung pada integritas dan manajemen risiko yang diterapkan saat ini.

Friderica, yang akrab disapa Kiki, menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,6% pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun dihadapkan pada tantangan global, seperti ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, ia meyakini momentum pertumbuhan ini menjadi peluang bagi dunia usaha untuk memperkuat eksistensi mereka.

Data terkini dari OJK menunjukkan sektor jasa keuangan tetap berada dalam kondisi solid. Per Mei 2026, kredit perbankan tercatat tumbuh signifikan sebesar 11,51% secara tahunan dengan tingkat risiko kredit macet (NPL) yang terjaga di level 2,17%. Selain itu, ketahanan permodalan (CAR) berada pada angka 23,78%, didukung likuiditas yang memadai.

Sektor pembiayaan digital, termasuk layanan Buy Now Pay Later (BNPL) dan pinjaman daring (pindar), turut menunjukkan tren positif yang impresif. BNPL dari sektor perbankan tercatat tumbuh hingga 40% dengan nilai Rp30,14 triliun, sementara BNPL dari perusahaan pembiayaan melonjak 53% dengan nilai Rp13,18 triliun. Secara keseluruhan, kinerja berbagai sub-sektor keuangan, termasuk asuransi, dinilai masih berada pada level yang sehat untuk mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan.