Emiten sektor perkebunan kelapa sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), baru saja mencatatkan pencapaian signifikan dengan meraih penghargaan Excellence in Sustainable Agribusiness Development dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi perseroan dalam menerapkan praktik agrikultur yang bertanggung jawab sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan manajemen TAPG, Regina Anggraeni Mok, dalam gelaran yang mengusung tema 'Where Growth Meets Strength'. Keputusan dewan juri yang terdiri dari para pakar ekonomi dan akademisi terkemuka ini didasarkan pada keberhasilan TAPG dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan (planet), kesejahteraan sosial (people), dan tata kelola korporasi (governance) ke dalam strategi bisnis utama mereka.

Di tengah tekanan regulasi pasar global terkait isu deforestasi, TAPG dinilai sukses menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) secara konsisten. Langkah ini membuktikan bahwa perusahaan tetap mampu mencatatkan profitabilitas optimal sembari mematuhi standar keberlanjutan yang ketat demi menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Selain kebijakan operasional, efektivitas TAPG dalam menekan jejak karbon juga menjadi sorotan. Melalui optimalisasi fasilitas penangkap metana (methane capture) di Biogas Plant-KCP, perseroan berhasil menurunkan intensitas emisi Gas Rumah Kaca sebesar 10,7 persen. Di sektor sosial, program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) juga terbukti efektif dalam menjaga area perkebunan perusahaan tetap bersih dari insiden kebakaran lahan.