Markas Besar Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim memberikan dukungan penuh kepada Polda Kalimantan Tengah untuk menuntaskan pencarian dua personel yang dilaporkan hilang. Langkah ini diambil menyusul insiden penyerangan brutal yang dialami tim Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Rabu (1/7).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada proses pencarian dua anggota yang belum ditemukan, tetapi juga berkomitmen mengungkap tuntas jaringan narkotika serta menangkap para pelaku penyerangan. Hingga saat ini, tim gabungan terus menyisir lokasi kejadian untuk memulihkan situasi keamanan.

Dalam keterangan resminya, Brigjen Eko menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra saat menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa setiap operasi lapangan ke depan akan melalui evaluasi ketat terkait perencanaan, pemetaan risiko, hingga kesiapan personel demi meminimalisir ancaman serupa di masa depan.

Insiden tersebut bermula ketika tim gabungan Polres Katingan menyasar seorang residivis narkotika berinisial BIO. Saat upaya penangkapan dilakukan, tim mendadak mendapat perlawanan sengit dari massa menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan. Situasi yang tidak terkendali memaksa para petugas untuk mengevakuasi diri, bahkan beberapa anggota harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menyelamatkan diri dari amukan massa.