Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) aktif melakukan penjajakan peluang investasi dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, ini menjadi wadah strategis bagi para pengambil kebijakan daerah untuk memperluas jejaring bisnis.

Forum yang mengusung konsep Ice-Business Meeting and Matching ini menghadirkan perwakilan DPMPTSP dari berbagai kota di Indonesia. Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan, mulai dari praktisi investasi, mitra internasional, hingga elemen media, guna mendiskusikan tantangan serta peluang dalam ekosistem penanaman modal nasional.

Dalam salah satu sesi diskusi, pakar pengembangan investasi Fajar Informanto menekankan urgensi bagi pemerintah kota untuk menciptakan ekosistem bisnis yang menarik secara mandiri. Menurutnya, kesiapan daerah dalam menyediakan iklim investasi yang kondusif akan membuat investor datang dengan sendirinya, bukan lagi sebaliknya.

Selain pembahasan mengenai iklim investasi domestik, agenda ini juga mencakup diskusi peluang perdagangan internasional bersama Pemerintah Katalonia, Spanyol, serta strategi promosi digital melalui kolaborasi dengan platform data dan media nasional. Sesi networking yang menjadi penutup kegiatan memberikan kesempatan bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membangun komunikasi dengan berbagai mitra pembangunan.

Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, M. Ichsan, menegaskan bahwa partisipasi dalam forum ini merupakan langkah progresif untuk mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain. Pihaknya berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil dari diskusi tersebut guna memperkuat daya saing investasi di Banda Aceh, yang diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan di masa mendatang.