Banyak pelaku usaha di sektor otomotif yang mempertanyakan legalitas menjalankan bisnis pusat inspeksi kendaraan (uji kir) bersamaan dengan bengkel perawatan atau perbaikan mobil. Merespons keraguan tersebut, Departemen Pendaftaran dan Inspeksi Vietnam menegaskan bahwa regulasi saat ini tidak melarang kepemilikan bisnis lintas sektor tersebut selama memenuhi standar yang ditetapkan.
Berdasarkan Keputusan Pemerintah Nomor 89/2026, investor diizinkan mengelola fasilitas uji kir sekaligus bengkel perbaikan, desain, maupun modifikasi kendaraan. Syarat utamanya adalah setiap unit usaha harus beroperasi secara independen, baik dari segi badan hukum, personel, maupun keahlian. Hal ini krusial untuk menjaga objektivitas serta transparansi dalam setiap proses inspeksi.
Regulasi ini secara tegas melarang adanya praktik kolusi antara fasilitas inspeksi dan bengkel perbaikan. Pemilik bisnis dilarang keras memaksa pemilik kendaraan menggunakan jasa perbaikan di unit yang berafiliasi dengannya. Segala bentuk pelanggaran yang mencederai integritas proses inspeksi berisiko tinggi terhadap pencabutan sertifikat izin operasional oleh otoritas berwenang.
Selain independensi, pemerintah menetapkan standar teknis baru yang mewajibkan seluruh fasilitas untuk melakukan uji coba sistem inspeksi selama minimal satu bulan sebelum beroperasi penuh. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran konektivitas perangkat lunak manajemen dan mencegah kendala teknis. Investor diwajibkan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan panduan sinkronisasi sistem agar seluruh proses uji layak jalan berjalan sesuai dengan regulasi terbaru yang berlaku mulai 1 Juli 2026.