Banyak orang menganggap keluhan tangan yang terus-menerus mengeluarkan keringat sebagai fenomena biasa atau sekadar mitos kesehatan. Namun, pakar medis dr. Ismail mengungkapkan bahwa kondisi ini sebenarnya bisa menjadi indikator adanya masalah pada sistem kardiovaskular atau kelainan pada fungsi jantung manusia.

Menurut penjelasannya, keringat berlebih pada telapak tangan sering terjadi sebagai mekanisme adaptasi tubuh ketika sirkulasi darah tidak berjalan lancar. Hal ini dipicu oleh melemahnya kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga sistem saraf otonom merespons dengan memicu produksi keringat yang tidak wajar.

Kendati demikian, dr. Ismail menekankan bahwa gejala ini sangat jarang muncul sebagai indikator tunggal. Umumnya, penurunan fungsi jantung akan disertai dengan sinyal peringatan lainnya, seperti tubuh yang terasa lemas, gangguan pola tidur, hingga keluhan pada sistem pencernaan. Khusus untuk penyakit jantung koroner, gejala yang paling khas dan perlu diwaspadai adalah sensasi nyeri di bagian dada.

Mengingat banyaknya kondisi medis lain yang juga memicu keringat berlebih, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan diagnosis mandiri. Pemeriksaan medis secara komprehensif, seperti skrining jantung, sangat disarankan bagi mereka yang mengalami keringat tangan kronis disertai gejala sistemik lainnya agar penanganan dini dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.