Menjaga hidrasi tubuh merupakan kebutuhan vital bagi setiap manusia, namun pemilihan sumber air minum yang aman menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. Di tengah perdebatan mengenai keamanan mengonsumsi air hujan, para ahli memberikan peringatan tegas agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum menjadikannya sebagai sumber konsumsi utama.

Ahli gizi Ansley Hill menjelaskan bahwa meski air hujan secara alami tidak berbahaya, proses turunnya air dari atmosfer hingga ke bumi sangat rentan terhadap kontaminasi. Berbagai faktor lingkungan, mulai dari debu, kotoran hewan di atap rumah, hingga polusi udara, dapat mengubah air hujan menjadi media pembawa bakteri, virus, serta parasit yang membahayakan kesehatan tubuh.

Kekhawatiran tersebut semakin nyata setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bukti adanya partikel mikroplastik dalam air hujan di DKI Jakarta. Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, mengungkapkan bahwa fenomena deposisi mikroplastik atmosfer ini terjadi akibat aktivitas manusia yang melepaskan serat sintetis, residu ban kendaraan, dan limbah plastik ke udara, yang kemudian terbawa turun oleh air hujan.

Reza menekankan bahwa bahaya utama bukan terletak pada air hujannya, melainkan pada partikel mikro dan bahan kimia aditif beracun yang terkandung di dalamnya. Partikel ini berisiko masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan atau konsumsi, yang berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan jangka panjang.

Selain risiko polusi, para ahli juga membantah berbagai klaim populer yang menyebutkan bahwa air hujan memiliki manfaat kesehatan khusus atau bersifat basa. Faktanya, air hujan cenderung memiliki sifat sedikit asam dan tidak memiliki keunggulan klinis dibandingkan sumber air minum standar lainnya yang telah teruji kualitasnya.

Oleh karena itu, otoritas kesehatan seperti CDC menyarankan agar masyarakat tidak langsung meminum air hujan. Jika pun harus digunakan, air hujan wajib melalui proses penyaringan dan pengolahan yang ketat guna memastikan seluruh kontaminan berbahaya telah dihilangkan sepenuhnya sebelum layak dikonsumsi.